Hari Pertama di Sumba: Menikmati Sunset di Bukit Tanau

Hari pertama di Sumba langsung dapat hadiah: sunset yang cantik banget di Bukit Tanau. Sebetulnya ini bukan destinasi yang ada di rencana awal, tapi ya namanya juga touring. Kadang yang tidak direncanakan justru yang paling berkesan.

Sebelum cerita perjalanannya, sedikit info dulu. Bukit Tanau lokasinya di Kelurahan Mauliru, Kecamatan Kambera, sekitar 15 kilometer dari pusat Kota Waingapu. Dari atas bukit ini kita bisa lihat hamparan perbukitan hijau, sawah, sungai, sampai laut sekaligus. Masuk gratis, tidak ada gerbang atau petugas apapun di sini. Sore hari jadi waktu terbaik buat ke sini karena pemandangan sunsetnya memang jadi daya tarik utama. Banyak juga yang pakai tempat ini buat lokasi foto prewedding, dan setelah aku lihat sendiri, masuk akal banget kenapa.

Perjalanan Menuju Bukit Tanau

Kami berangkat dari Hotel Tanto sekitar jam 4 lewat. Dari penginapan sebetulnya jaraknya cuma sekitar 15 menit naik motor, tapi sepanjang jalan sudah banyak pemandangan yang bikin mata seger. Kuda-kuda berkeliaran bebas, beberapa seperti baru selesai digembalakan. Ada juga anjing-anjing lokal dengan corak coklat hitam yang mengingatkan aku sama anjing-anjing di Bali. Suasananya beda banget dari mana pun yang pernah aku kunjungi sebelumnya, bahkan dibanding pelosok Jawa Timur sekalipun. Anak-anak kecil di

pinggir jalan melambaikan tangan saat kami lewat. Sederhana, tapi manisnya kebawa sampai sekarang.

Sayangnya perjalanan 15 menit itu tidak berlaku buat kami. Sempat ada drama kecil di tengah jalan. Google Maps dengan pede-nya  mengarahkan kami ke jembatan yang sudah ditutup. Muter balik deh, ambil jalur yang sedikit lebih panjang. Jalanannya campur-campur, ada yang mulus, ada yang sempit di pinggir sungai, ada yang mulai berbatu.

Mendekati bukit, kondisi jalan makin menantang. Jalanan mulai rusak dan berbatu, ada satu jembatan yang kondisinya bikin deg-degan sampai kami harus cari jalur alternatif yang lebih aman. Tanjakan dengan batu-batu besar juga lumayan ngasih perjuangan buat si rider. Tapi begitu pemandangan dari ketinggian mulai keliatan, semua itu langsung terlupakan.

Sampai di Bukit Tanau

Karena sempat muter balik tadi, baru sampai di Bukit Tanau sekitar setengah enam sore. Waktu yang tersisa tidak banyak sebelum gelap, tapi kami manfaatkan sebaik-baiknya, puas-puasin foto dan bikin video berdua.

Kebetulan posisi kami agak terpisah jauh dari rombongan, jadi di video seolah-olah hanya ada kami berdua saja di sana sore itu. Sepi, golden hour, pemandangan luar biasa. Blessing in disguise banget.

Yang bikin aku speechless waktu sampai di atas: bukit-bukit sejauh mata memandang, ke mana pun aku lihat. Baru kali ini aku lihat perbukitan seluas dan sebanyak itu secara langsung. Foto-foto di internet tidak bohong, tapi tetap saja beda rasanya waktu lihat sendiri.

Warna bukitnya juga unik. Vegetasi Sumba memang sedang dalam masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Jadi yang kami lihat bukan hijau segar, bukan juga kuning kering sepenuhnya. Campuran keduanya. Sebagian bukit masih hijau, sebagian sudah mulai menguning. Justru karena itu warnanya jadi kaya dan hangat, pas banget sama cahaya golden hour sore itu. Kami ke sini di bulan Mei 2026, jadi kalau mau dapat view yang mirip, mungkin bisa jadi referensi waktu kunjungan!

Bukit-bukit hijau kekuningan membentang luas, matahari mulai turun perlahan, langit berubah jingga. Tidak ada suara kendaraan, tidak ada keramaian. Hanya angin, langit yang berubah warna, dan sesekali suara dari rombongan kami yang juga sibuk mengabadikan momen. Suasananya tenang banget.

Balik Sebelum Gelap

Begitu matahari benar-benar terbenam, kami langsung bergerak turun. Bukan karena tidak mau berlama-lama, tapi karena sadar diri: jalanan turun bukit itu berbatu dan tidak ada penerangan sama sekali. Bakalan gelap total, hanya mengandalkan lampu motor masing-masing. Jadi sebelum situasinya makin susah diliat, mendingan buru-buru turun.

Lain kali kalau mau ke sini lagi, jam 4 sore harus sudah sampai deh menurutku, Supaya punya waktu lebih banyak menikmati pemandangan sebelum sunset.

Buat yang mau kebayang dulu kondisi jalannya sebelum ke sini bisa noton di sini ya:  https://www.youtube.com/watch?v=YW9l4xQ2cUo

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.