Mencegah Penyakit Berbahaya Akibat Rokok

Mencegah penyakit berbahaya akibat rokok

Stop Merokok dengan Tekad Kuat

Sudah genap 6 tahun suami saya berhenti merokok. Sekian lamanya menjadi perokok aktif semenjak memakai seragam putih biru, ternyata mampu mematahkan ketergantungan rokok. Suami saya adalah perokok aktif dari tahun 1994 sampai 2010. Merokok saat itu menjadi suatu keharusan karena teman-teman sekitar juga merokok. Dan tanpa sadar, rokok menjadi momok menghantui dan menimbulkan rasa tidak nyaman. Keaktifan merokok sampai dua bungkus dalam sehari tentunya akan mendekatkan dengan penyakit, cepat atau lambat.

Saat itu November 2009, suami saya mengalami batuk yang tidak berhenti selama dua minggu walaupun sudah mengkonsumsi obat batuk. Obat batuk yang cukup mahal itu, tidak berfungsi dengan baik karena tetap merokok walaupun mengurangi dosis hanya satu sampai dua batang setiap harinya. Harapannya dengan mengurangi jumlah rokok yang dihisap tentunya bisa mengurangi ketergantungan dan bisa berhenti. Namun ternyata itu mitos!

Mengurangi konsumsi rokok setiap harinya ternyata tidak menjadikan batuk menjadi berkurang atau bahkan sembuh. Tetap saja beracun, , baik itu banyak atau sedikit. Tetap saja, racun-racun rokok memasuki paru-paru dan mengganggu pernapasan. Sampai pada akhirnya, keputusan berhenti ditekadkan.

Apa Saja Bahaya Merokok Itu?

Pemerintah selalu berkampanye untuk mengurangi bahaya merokok. Seperti yang kita tau, merokok dalam jangka waktu yang berkepanjangan menjadikan banyak penyakit mampir dalam tubuh. Untung saja waktu itu suami saya hanya mengalami sakit batuk yang berkepanjangan. Setelah bertekad kuat untuk berhenti, ternyata hal itu mampu mengatasi penyakit batuknya.

Keinginan berhenti merokok tentunya tidak mudah bagi seorang perokok aktif. Berbagai macam cara dilakukan karena mengetahui bahayanya merokok. Seperti yang selalu dikampanyekan tentang bahaya rokok, suami saya juga mengalami hal-hal yang tidak nyaman. Godaan untuk bisa berhenti merokok juga tidak mudah. Tapi saat dirasa batuk berkepanjangan sudah sangat mengganggu, berhenti merokok adalah jalan satu-satunya yang harus ditempuh.

Pada saat berhenti merokok total di Desember 2009, pengobatan dengan obat batuk dilakukan. Ajaibnya, dalam waktu sebulan tepatnya minggu keempat, batuk bisa hilang total 100%. Rokok sudah menjadi salah satu hambatan untuk bisa sembuh. Dan ternyata, hanya dengan berhenti merokok secara total mampu menangkal penyakit yang datang dan yang akan datang di kemudian hari.

Jika merokok dilakukan secara terus menerus, bahayanya akan menimbulkan masalah kesehatan yang serius. Seperti menyebabkan penyakit jantung, penyakit stroke, meningkatkan resiko diabetes, kanker paru, kanker tenggorokan, dan masih banyak penyakit berbahaya lainnya. Bahkan tidak hanya bagi perokok aktif saja, seorang perokok pasif yang selalu terpapar asapnya juga memiliki resiko yang sama.

Berhenti Merokok, Satu-satunya Pencegahan Penyakit Berbahaya Akibat Rokok

Rasa kasih sayang yang besar dengan orang sekitar terutama istri, diakui oleh suami saya menjadi faktor besar untuk berhenti merokok. Karena sudah lama tidak merokok, sekalinya kemudian mencoba rokok lagi terasa seperti tissue dibakar, sangat tidak enak! Ini dijadikan momen penting untuk bisa berhenti merokok.

Selain itu, ternyata saat ini suami saya mampu mencium rokok dari kejauhan dan merasakan baunya tidak enak. Dan dia mengakui bahwa sulit untuk membayangkan, jika pulang dengan keadaan bau rokok dan menempel baunya di ruangan rumah. Tentunya akan sangat menggangu. Jadi, jika sampai pada keadaan bahwa merokok sudah menjadi tidak enak dan merasakan gangguan pada pernapasan, maka saat itulah yang tepat stop. Apabila dirasa efeknya sudah tidak nyaman, jangan tunda untuk memeriksakan diri dan konsultasikan kesehatan pada dokter.

Cegah penyakit berbahaya akibat rokok dengan berhenti saat ini juga. Sayangi keluarga dan orang sekitar dengan tidak memberikan asapnya, yang ternyata juga memberikan dampak kesehatan serius. Tanamkan di pikiran, bahwa merokok itu tidak enak dan lakukan pencegahan dengan stop merokok!.

Similar Posts

12 Comments

  1. sudah banyak peringatan dan contoh,
    tapi memang sulit banget walau sekedar mengingatkan…
    untung saya, suami dan anak2 tidak merokok….

    thankk for sharing

    1. Kalau sudah jadi kebiasaan, terlebih sehari-hari bergaul dengan perokok, untuk berhenti memang sulit mbak.. jadi saya merasa alhamdulillah banget suami diberikan anugrah untuk bisa berhenti merokok, mudah-mudahan bisa selamanya ^^

      Terima kasih sudah berkunjung ya mbak 🙂

  2. karyawan cowok di kantorku semuanya merokok, padahal keluargaku dan keluarga suami ga ada yg merokok. Sebel deh, kalau di ingatkan bukannya say sorry malah bete ke kita.

  3. Alhamdulillah. Sometimes, omongan pasangan ngga mempan ya, say?
    Suamiku aja berhenti ngerokok gara-gara dibawelin sama anak yang gede. Omongan gw mah, gak digubris hihi. Alhamdulillah, sekarang suamiku sudah hampir 10 tahun berhenti jadi ahli hisap.

    1. Alhamdulillah apapun yang bisa bikin berhenti merokok, yang penting sekarang sudah bebas hehehe. My words wasn’t as powerful as your daughter though, my dad didn’t stop smoking because of my words lol

  4. Ini nih! Suka segan bilangin orang yang ngerokok di sekitar 🙁 apalagi lingkungan kantor. Seluruh badan jadi bau. Kalo dikasihtau jangan ngerokok bete. Tapi mereka sendiri egois menyakiti orang lain

    1. Bersyukur dulu kantorku bebas rokok. Aku rasa perlu dibuat aturan yg formal kalo untuk lingkungan kantor seperti halnya pemerintah membuat larangan merokok di tempat umum. Tapi kalo jajaran pembuat regulasi kantornya tukang ngebul juga ya susah sih 🙁

  5. sekarang di Jogja udah ada beberapa tempat yang dilarang merokok atau dibuatkan tempat khusus untuk merokok, Semoga aja kota-kota di Indonesia di tata begitu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.