Itinerary Liburan Musim Gugur di Korea Selatan – Part 4 – Ho Chi Minh City, Vietnam

Almazia
on
January 26, 2024

Ada yang aneh ya? Judul blog post nya itinerary liburan musum gugur di Korea Selatan tapi kok ceritanya tentang Ho Chi Minh City? 😀

Day 7 – Ho Chi Minh City

Oktober 2023 lalu aku bepergian ke Korea Selatan dengan budget flight VietJet. Sebagai salah satu konsenkuensi budget flight ialah kemungkinan harus layover atau transit di kota/negara lain untuk sementara waktu sebelum terbang lagi ke kota atau negara tujuan.

Di penerbangan pulang dari Incheon ke Jakarta aku kebagian jatah layover 24 jam di bandara Than Son Nhat, Ho Chi Minh City. Karena layover lama, sayang banget kalau hanya dipakai nongkrong di bandara, pasti bosan juga. Jadi waktu 24 jam itu kami gunakan untuk jalan-jalan di Saigon. Sebetulnya saat berangkat dari Jakarta ke Incheon juga kami transit 9 jam di Saigon, tapi kami keluar bandara saja sudah senja jadi hanya sempat makan malam di Madame Lam Restaurant.

Rangkuman kegiatan selama layover 24 jam di Saigon:

  1. Makan siang Halal@Saigon
  2. Naik bus wisata City Sightseeing
  3. Ngopi sore di Highland Coffee
  4. Makan malam di Mặn Mòi – Tao Đàn
  5. Menginap di hotel dekat bandara LA Airport Hotel Saigon
  6. Ngopi sambil menunggu jadwal boarding pesawat – Phuc Long Coffee di Than Son Nhat Airport (SGN)

Makan siang di Halal@Saigon

Lokasi: https://maps.app.goo.gl/mRYftpfzLsK4arrcA

Begitu pesawat landing di SGN lalu kami keluar dari bandara, hal pertama yang dicari adalah makan siang 😀 Setelah browsing di Google untuk cari restoran halal, kami pesan Grabcar untuk mengantar ke Halal@Saigon. Lokasinya di pusat kota Ho Chi Minh City, tepatnya di Jalan Đông Du, jadi mudah untuk dijangkau. Menu di Halal@Saigon punya berbagai hidangan khas Malaysia dan Vietnam yang klasik dan tapi diolah sesuai prinsip halal.

Saigon City Tour naik bus City Sightseeing

Link: https://city-sightseeing.com/en/156/saigon

Setelah selesai makan kami jalan kaki di area tersebut, di mana terlihat beberapa bangunan dengan desain arsitektur kolonial Perancis dengan fasad yang sangat megah. Sambil jalan-jalan kami melihat ada bus turis warna merah di seberang Saigon Opera House dan tertarik untuk tanya-tanya jadwal dan harga tour-nya.

Tadinya kami ikut program tour yang 4 jam gitu, sesuai pilihan durasi terpendek yang ada di brosurnya. Bukan berarti sekian jam terus-menerus jalan, tapi maksudnya kita bisa keliling kota, naik dan turun di halte manapun, dan tiketnya valid selama sekian jam itu.

Pas sampai di atas bus dan mau bayar, baru sadar uang tunai Vietnam Dong-nya kurang 😀 Mau bayar pakai kartu juga tidak bisa. Petugas menyarankan untuk ambil uang dulu di ATM terdekat. Tadinya udah mau turun sih bilang mau ke ATM dulu (meskipun ngga yakin akan balik ke bus), tiba-tiba petugas menawarkan paket paling murah yaitu hanya 1 jam saja tapi one-trip only alias tidak bisa naik turun. Eh bisa sih turun di halte manaa gitu tapi udah ngga bisa naik bus itu lagi setelahnya.

Yha malah happy aku ditawarin paket itu 😀 Lebih cepat, lebih murah, yang penting udah pernah hahaha…

Highland Coffee

Sore hari diisi dengan ngopi. Sengaja banget cari Highland Coffee ini karena yang aku tahu Highland Coffee ini adalah salah satu dari banyak local coffee chain Vietnam yang populer. Per September 2023, sudah ada hampir 680 outlet Highland Coffee di Vietnam dan sudah ekspansi ke Filipina dengan lebih dari 50 cabang.

Waktu itu aku pesan Phin Sua Da, yaitu es kopi susu dengan kental manis khas Vietnam yang disaring melalui filter “Phin” khas Vietnam. Menurut informasi di websitenya, minuman kopi di Highland Coffee dibuat dari gabungan biji kopi Robusta dan Arabica.

Makan malam di Mặn Mòi – Tao Đàn

Lokasi: https://maps.app.goo.gl/mXQJLCkyvbBomWLb8

Setelah ngopi dan ngemil sedikit, kami lanjut makan malam di  Mặn Mòi, Tao Đàn, Saigon. Man Moi menghadirkan menu masakan otentik daerah Vietnam kaya rasa yang disajikan secara berkelas. Desain fasad Man Moi unik sekali, ya tapi maaf aku ngga bisa mendeskripsikan haha, lihat saja di fotonya yaa. Rasa masakan yang disajikan di sini cocok dengan seleraku, tapi harganya lumayan pricey untuk rasa yang bisa dibilang just okay.

Ditambah kemarin itu ada “insiden” juga. Meja kami berdekatan dengan meja sebuah grup besar – sepertinya kolega kantor – yang berisik sekali, ngobrol ketawa-ketawa dengan suara lantang. Teman kami yang merekomendasikan makan di situ sepertinya sebal dan menyesal hahaha, karena menurut dia biasanya vibes di restoran itu nyaman untuk casual dinner dan ngobrol santai.

Phuc Long Coffee

Keesokan harinya setelah dinner di Man Moi itu adalah jadwal kami terbang pulang dari Saigon ke Jakarta. Sambil menunggu jadwal boarding di bandara tentunya aku cari kopi. Kebetulan ada outlet kecil Phuc Long Coffee and Tea, salah satu chain coffee shop lokal Vietnam yang direkomendasikan teman juga.

Phuc Long Coffee saat ini mengoperasikan 114 flagship stores dan 23 outlet-outlet kecil yang tersebar di Vietnam.

Demikian teman-teman, cerita perjalananku selama trip ke Korea Selatan di musim gugur tahun kemarin. Lumayan juga ya ternyata sampai harus dibagi ke 4 tulisan.

 

Farewell for now, dearest Autumn. Here’s to the promise of another rendezvous in a land where your magic dances upon every leaf.

Leave the first comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.