Pengalaman Sensori Unik di Samsara, Surga Kuliner Baru di Kota Bogor

Almazia
on
January 23, 2024

Bogor menyambut kehadiran penambah segar dalam dunia kuliner dengan restoran inovatif, Samsara, yang terletak di Jalan Jalak Harupat No. 19 di pusat Kota Bogor.

Samsara, dengan konsep extra sensory perception

Samsara mengusung konsep extra sensory perception, dengan sempurna menggabungkan keunggulan kuliner dengan pengalaman sensori yang mendalam. Tidak hanya memanjakan lidah melalui kelezatan berbagai cita rasa Indonesia kolonial, Samsara membenamkan para pengunjung dalam petualangan auditori melalui koleksi vinyl yang imersif dan atmosfer ruangan yang mengesankan.

Extra sensory perception (ESP) dalam konteks restoran ini adalah konsep yang menggabungkan keunggulan kuliner dengan pengalaman indrawi yang mendalam. Dengan konsep ini, restoran tidak hanya memanjakan indera perasa dengan sajian kuliner yang lezat, namun juga melalui tata suara yang imersif serta keindahan visual.

Pengalaman indrawi yang dimaksud di sini meliputi:

Sensasi Visual

Restoran dengan konsep ESP biasanya memiliki desain interior yang unik dan menarik, sehingga dapat memanjakan mata pengunjung. Selain itu, restoran juga dapat menggunakan elemen visual lainnya, seperti pencahayaan, dekorasi, dan karya seni, untuk menciptakan suasana yang menggugah.

Lokasi Samsara, yang berada dalam bangunan kolonial Belanda yang terawat dengan baik, menciptakan latar belakang yang memukau. Desain eksterior dan interior yang menggabungkan unsur dunia lama dengan sentuhan postmodern vintage memberikan pengalaman visual yang nyaman dan asri bagi para pengunjung.

Sensasi Auditori di Listening Room Samsara

Restoran dengan konsep ESP biasanya memiliki tata suara yang imersif, sehingga pengunjung dapat merasakan sensasi yang berbeda saat menikmati makanan. Tata suara ini dapat diciptakan dengan menggunakan berbagai peralatan, seperti sistem suara surround, speaker berkualitas tinggi, dan koleksi musik yang beragam.

Ruang dengar atau listening room di Samsara adalah elemen utama dari konsep ESP. Pengunjung dapat memilih dan memutar piringan hitam dari koleksi vinyl Samsara sambil menikmati makanan. Koleksi vinyl-nya banyak sekali jumlah dan pilihannya, dari album debutnya Rich Brian, Amen, sampai The Manhattan Transfer rilisan 1975. Suara-suara yang dihasilkan dari piringan hitam tersebut, bersama dengan sound system elegan, menciptakan suasana yang imersif dan harmonis.

Pengunjung yang memilih meja di dalam listening room ini diperbolehkan merokok tapi mulai jam 3 sore.

Kemarin aku datang ke Samsara untuk kedua kalinya di pagi hari, dengan harapan masih agak sepi. Karena siang ke sore itu biasanya sudah ramai. Betul saja, aku dan suami jadi yang pertama duduk di listening room 😀 Kami tidak request lagu tertentu untuk diputarkan di piringan hitam, tapi lebih memilih untuk menikmati saja yang dimainkan saat itu.

Sensasi Rasa

Restoran dengan konsep ESP biasanya menggunakan bahan-bahan berkualitas tinggi dan teknik memasak yang unik untuk menciptakan pengalaman kuliner yang tak terlupakan. Selain itu, restoran juga dapat menawarkan menu yang beragam, sehingga pengunjung dapat menemukan makanan yang sesuai dengan selera mereka.

Menu makanan utama (main course) yang disajikan di Samsara menggoda untuk dipesan, antara lain Nasi Buntut Bakar Maranggi, Nasi Daun Jeruk Ayam Goreng Lengkuas. Ada menu-menu khas kolonial juga seperti sup Brenebon, Bitterballen, Poffertjes. Restoran ini tidak hanya mengundang lidah untuk menikmati kelezatan masakannya tetapi juga menciptakan pengalaman sensori rasa yang memanjakan.

Samsara mengunggah menu restorannya di link berikut: https://drive.google.com/file/d/1g42eWbNDxhgxp_tI8X0NSb-zgHUBeUDb/view.

Seperti biasanya kalau mampir ke coffee shop, aku pesan hot latte dan suami pesan espresso. Lemon Lavender Cake menarik perhatian untuk dipesan, lalu tambah Vanilla Choux untuk suami.

Lemon Lavender Cake

Lemon lavender cake ini menurutku istimewa dan aku suka sekali! Seringkali sulit menemukan lemon cake yang memuaskan di kafe atau restoran karena biasanya terlalu manis atau kurang memadukan rasa lemon yang baik. Namun, di Samsara, lemon lavender cakenya sudah pas menurut aku.

Adonan cake yang dicampur dengan lemon dan dried lavender memberikan tekstur yang lembut dan empuk, menciptakan kesan “spongey”. Kombinasi creamy antara lemon curd dan keju mascarpone di atas cake menambahkan sentuhan “lemon sekali” yang benar-benar menyegarkan dan asem-asem enak.

Vanilla Choux

Vanilla choux yang kupesan kulitnya renyah dan lembut. Isian sus vanilanya cukup kental dengan sentuhan rasa yang sangat kuat dari susu. Rasa susunya agak terlalu kuat dan manis melebihi preferensi suami. Mungkin cocok untuk yang menyukai rasa yang sangat kaya dan manis, tetapi kami lebih suka jika rasanya lebih seimbang.

Lemon Lavender Cake
Vanilla Choux

Espresso Arabica dan Latte

Hot latte ini memiliki keseimbangan yang baik antara rasa kopi dan susu. Suamiku juga cocok dengan espresso-nya. Espresso Arabica ini memiliki karakter rasa yang kaya dan mendalam. Aromanya intens dan menggoda sebelum diseruput. Rasa pahitnya lembut dan terkontrol, dengan kekentalan yang memberikan tekstur yang memuaskan di lidah.

Salah satu poin plus di Samsara, espresso ini menawarkan kekayaan dan kearifan rasa dari biji kopi Arabica. Penyajian dengan sendok kecil dan segelas air putih di atas tray kecil adalah sentuhan yang thoughtful. Espresso yang diaduk terlebih dahulu memberikan rasa yang lebih kompleks, intens, kaya. Dan Air putih ini, diminum sebelum espresso, memberikan kesempatan untuk menetralkan palate, sehingga setiap rasa dari espresso dapat dinikmati sepenuhnya.

To be honest setelah mengetahui kultur minum espresso yang ini, aku jadi agak judgemental sama coffee shop yang menyajikan espresso tanpa air putih dan sendok kecil hohoho…

 

Jika kalian sedang berada di Bogor, jangan lupa untuk menjelajahi menu lengkap Samsara di link menu, dan temukan pengalaman kuliner yang unik dan tak terlupakan di sini. Samsara tidak hanya sekadar restoran; ini adalah perjalanan sensori yang mengajak kita mengeksplorasi dunia rasa dan aroma secara menyeluruh.

Samsara Bogor

2 comments

  • Aku jadi inget zaman dulu kalau mau beli kaset or CD di toko kaset tuh boleh dicobain dulu yang ada di display. Tapi aku gak ngalamin masa-masa piringan hitam vinyl. Berasa lebih enaaakeun banget di telinga kualitas suaranya yaa..

    Samsara Bogor cocok banget buat bersantai sambil qtime dengan sahabat atau pasangan.
    So romantic!

    • A

      iyaa, di Disc Tarra ngga sih dulu ituu.. Aku juga sebelum di Samsara ini belum pernah denger musik langsung dari piringan hitam. Kupikir musik jadul aja yang ada versi Vinyl-nya, ternyata saat ini kembali populer, pemusik masa kinijuga rilis album dalam bentuk vinyl.

Leave your comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.