Satu Bulan Lagi

Nemu tulisan bagus tentang isi kepala para business owners tiap kali tanggal gajian tiba. Kadang yang dilihat orang luar banyak senangnya, padahal di balik layar ada perjuangan yang sunyi.

Bagi karyawan, tanggal gajian itu hari perayaan. Hari di mana kerja keras sebulan terbayar, bisa melunasi tagihan, dan bisa waktunya menikmati hidup bareng keluarga. Tapi bagi business owner yang punya tim on payroll, maknanya jadi lebih berat.

Tanggal gajian bukan lagi sekedar “aku dapat uang berapa bulan ini”. Tanggal gajian udah jadi milestone. Setiap kali tanggal gajian terlewati dengan baik dan hak tim terbayarkan tepat waktu, artinya satu hal: alhamdulillah aku berhasil jagain perusahaan ini tetap hidup satu bulan lebih lama lagi.
Uang yang masuk ke rekening bisnis bukan lagi milik pribadi, tapi titipan nafkah untuk keluarga orang lain. Begitu semua gaji terbayar, helaan napas lega itu cuma bertahan beberapa hari.

Setelah itu? Jarum jam rasanya berputar lebih cepat menuju tanggal gajian berikutnya di bulan depan. Muncul lagi pertanyaan yang sama: “Bulan depan gimana? Aman, kan?”

Di tengah ketidakpastian bisnis in this economy, kadang pasrah itu jadi realistis. Bahkan untuk sekadar berharap bulan depan bisa “lebih baik” saja rasanya ngga berani. Bisa bertahan stabil dan sama baiknya dengan bulan ini saja sudah berkah luar biasa.

Untuk semua pemilik bisnis yang malam ini mungkin lagi menghitung cashflow sambil menata cemas: hats off to you guys. Menjaga dapur (sendiri dan) orang lain tetap mengepul di tengah ketidakpastian adalah tugas yang sepi dan berat.

Mari kembali bekerja dan berdoa, semoga bulan depan terlewati dengan sama baiknya.

Amin.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.